Home / People / Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Beberapa minggu terakhir, linimasa instagram saya saya “ketamuan” reel dan postingan soal hyrox. Yang terus muncul adalah orang-orang yang keliatan strong sibuk mendorong sled, menarik skierg, mengangkat sandbag, melakukan burpee broad jump, hingga berlari lalu langsung berpindah ke rowing machine. Terakhir, lompat kegirangan, biasanya dengan patnernya, di finish stage lalu pamer tempelan kecil warna hitam bertulis Hyrox Jakarta.

Awalnya saya pikir itu karena algoritma. Kebetulan, teman saya sedang menulis hyrox di koran edisi minggu. Jadi, mungkin karena sempat melihat dan menonton videonya, Instagram lalu menganggap saya tertarik.

5-cabor-819x1024 Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Tapi ternyata, Hyrox Jakarta baru saja digelar minggu lalu, tepatnya 27–28 Juni 2026. Dan event ini adalah hyrox resmi pertama di Indonesia. Wajar jika percakapannya ikut ramai di media sosial. Mungkin juga mereka pasang meta ads juga.

Terus, rasa penasaran ini tidak berhenti di situ. Jadi ingat cabang olahraga (cabor) lain yang hits sebelumnya, misal padel dan pilates. Apakah hyrox memang mulai dikenal lebih luas, atau saya hanya sedang berada di dalam gelembung algoritma media sosial?

Isenglah saya buka Google Trends. Sekalian saja saya bandingkan hyrox, saya sekalian membandingkannya dengan beberapa olahraga lain yang belakangan juga sering muncul dalam percakapan, yakni running, marathon, padel, dan pilates. Cabor-cabor ini saya pikir lumayan membuat banyak orang FOMO, menurut saya. Wilayah pencarian sengaha saya batasi di Indonesia dengan periode lima tahun terakhir. Nanti kapan-kapan kita lihat lebih luas ya (kalau ada request).

Apakah Indonesia Punya Hari Libur Nasional Terbanyak di Dunia?

Sebelum melihat hasilnya, ada satu hal yang perlu dipahami. Google Trends tidak menunjukkan jumlah pencarian, melainkan indeks minat pencarian relatif. Angka 100 menandai saat sebuah topik mencapai popularitas tertinggi dalam periode yang dipilih, sedangkan angka lainnya menunjukkan posisi relatif terhadap puncak tersebut. Karena itu, data ini lebih tepat dibaca sebagai perubahan perhatian publik dari waktu ke waktu, bukan jumlah orang yang benar-benar melakukan olahraga tertentu.

GT-lama-1024x601 Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Running tak lagi bergantung pada viralitas

Hasil pertama justru datang dari olahraga paling “senior”. Selama lima tahun terakhir, lari alias running masih menjadi topik yang paling banyak dicari. Bahkan jaraknya cukup jauh dibandingkan empat olahraga lainnya.

Selama lima tahun terakhir, running masih menjadi topik olahraga yang paling banyak dicari di Google. Dari hasil olahan data Google Trends, rata-rata indeks pencarian running mencapai 32, jauh di atas empat olahraga lainnya.

Jika dilihat di Google Trend, lari selalu berada di posisi teratas. Grafiknya juga menampakkan pola yang berulang. Hampir setiap tahun muncul lonjakan pencarian, lalu kembali turun, kemudian naik lagi pada periode berikutnya.

Menurut saya, pola seperti ini menunjukkan bahwa running sudah melewati fase viral alias sudah ajeg. Orang tidak lagi mencarinya karena sedang menjadi pembicaraan, melainkan karena olahraga ini sudah menjadi bagian dari rutinitas. Lonjakan yang muncul kemungkinan berkaitan dengan musim berbagai ajang lari atau ketika banyak orang kembali menyusun target kebugaran.

Di Mana Rendang Paling Mahal Jelang Lebaran?

Running-Google-Trend-819x1024 Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Padel mulai menemukan tempatnya

Cerita yang berbeda terlihat pada padel. Selama bertahun-tahun, grafiknya nyaris datar. Selama hampir empat tahun pertama, pencarian terhadap padel nyaris tidak terlihat. Rata-rata indeksnya selama lima tahun hanya 3,6. Namun sejak awal 2025, garisnya mulai menanjak dan, yang lebih penting, tidak kembali ke titik semula. Dalam beberapa pekan terakhir, indeks pencariannya bertahan di kisaran 13–16.

Menurut saya, di sinilah letak perbedaannya dengan tren internet yang sering datang dan pergi begitu cepat. Popularitas dan interest masyarakat negeri ini pada padel memang belum sebesar lari. Namun, perhatian masyarakat bisa tercuri cukup lama . Biasanya, pola seperti ini muncul ketika sebuah aktivitas mulai melampaui rasa penasaran awal dan perlahan membangun komunitasnya sendiri.

Apakah nantinya akan menjadi olahraga mainstream? Entahlah. Yang pasti lapangan padel baru sampai tulisan ini dibuat masih terus saja bermunculan. Dekat rumah saya saja sudah 3 tempat main padel baru. Tetapi setidaknya, grafik ini menunjukkan bahwa minat terhadap padel tidak berhenti setelah orang selesai membicarakannya.

Padel-Google-Trend-819x1024 Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Hyrox baru masuk tahap pengenalan

Lalu bagaimana dengan hyrox? Di sinilah saya rasa media sosial dan Google Trends saling melengkapi. Selama hampir lima tahun, pencarian terhadap hyrox hampir tidak bergerak. Rata-rata indeksnya hanya 0,3. Namun, pada pekan yang sama dengan penyelenggaraan HYROX Jakarta, indeks tersebut melonjak menjadi 14. Itu merupakan angka tertinggi sepanjang periode pengamatan.

Apakah ini tren baru. Entah, saya memilih menyebut sinyal awal. Event berskala besar memang sering memicu rasa ingin tahu. Orang mencari apa itu hyrox, bagaimana format lombanya, atau sekadar ingin tahu mengapa media sosial mereka tiba-tiba dipenuhi video orang mendorong sled.

Data Journalism: More Than Just Numbers

Apakah perhatian itu akan bertahan setelah euforia event selesai? Pertanyaan itu belum bisa dijawab hari ini. Grafik beberapa bulan ke depan akan lebih menentukan daripada lonjakan yang terjadi dalam satu akhir pekan.

hyrox-Google-Trend-819x1024 Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Pilates tumbuh pelan, tetapi konsisten

Persis dengan nature olahraganya, pelan tapi konsisten dan bikin pedes otot. Pilates punya pola yang berbeda, yakni tidak pernah mengalami lonjakan besar. Namun, grafiknya bergerak naik secara perlahan sepanjang dari tahun ke tahun. Rata-rata indeks pencariannya mencapai 2, dan pada akhir periode pengamatan meningkat hingga 5, tertinggi selama lima tahun terakhir.

Pola seperti ini mengingatkan bahwa tidak semua tren harus meledak terlebih dahulu untuk kemudian berkembang. Ada juga yang tumbuh pelan, membangun komunitas sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi bagian dari gaya hidup.

Dari sini kita bisa melihat bagaimana tren olahraga berkembang. Ada yang sudah matang seperti lari, dengan pola yang berulang dari tahun ke tahun. Ada yang sedang bertumbuh seperti padel. Ada yang berkembang perlahan seperti pilates. Dan ada pula yang baru memberikan sinyal awal seperti hyrox.

Saya ingatkan, Google Trends tidak bisa menjawab berapa banyak orang yang berlari, ikut marathon, bermain padel, mengikuti kelas pilates, atau mendaftar hyrox. Namun, grafis dan angka-angka ini bisa memberi arah ke mana perhatian masyarakat mulai bergerak. Sering kali, perubahan perhatian itulah yang menjadi awal dari perubahan yang lebih besar.

Pilates-Google-Trend-819x1024 Tidak Semua Olahraga yang Nge-tren Tumbuh dengan Cara yang Sama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *